Sistem Belajar CBSA dan ATM (Aku Terlalu Mandiri) untuk anak Informatika

BELAJAR di bangku kuliah sangat berbeda belajar ketika kita masih duduk di bangku sekolah. Dosen memberikan materi tidak sepenuhnya artinya materi di kasih sedikit dan selebihnya mahasiswa di suruh untuk mencari sendiri. Model sistem CBSA yang selalu pengajar/dosen menggunakan dalam hal sistem mengajar di universitas dan mahasiswa lah yang harus mandiri karena dosen tidak perlu menjelaskan secara penuh materi yang di ajarkan.

Saya setuju dengan pakar Businnes Intelligence Expert Bapak Bernaridho I Hutabarat dalam tulisannya di PC. Media beliau menjelaskan dosen pengampuh mata kuliah pemograman komputer tidak terlalu aktif membimbing mahasisnya untuk benar-benar menguasai bahasa pemograman karena dosen cuma menjelaskan konsep logika pemograman saja.

Konsep logika inilah mahasiswa sering dipusingkan karena dosen cuma menjelaskan flow chart dari sebuah alur program. Ada juga dosen menjelaskan dengan membuat alogaritma atau dan menganggap bahwa flow chart itulah yang disebut alogaritma.

Materi di kelas juga berbeda dengan materi di lab, kebiasaan dosen mengajarkan alogaritma di kelas dan giliran masuk laboratorium mahasiswa di pusingkan dengan bagaimana menuliskan sebuah coding. Tentu Asisten menjadi tempat bertanya ketika berada di lab, tetapi asisten juga tidak mengerti karena asisten tidak ditraining terlebih dahulu sebelum siap untuk memberikan materi praktikum di lab.

Sungguh sangat di sayangkan sistem dimana mahasiswa dituntut mandiri untuk belajar bahasa pemograman. Banyak sekarang bermunculan bahasa-bahasa pemograman baru tetapi lagi-lagi mahasiswa tidak bisa bertanya banyak pada dosen karena dosen juga seperti tidak siap dengan mengadaptasi bahasa pemograman baru. Dan apabila kesempatan kita bertanya lagi-lagi dosen menjawab “Semua bahasa pemograman sama dan yang paling penting konsep logika harus di kuasai”. Hufs..

Sebenarnya saya pribadi paling malas kalau belajar di kelas mengenai mata kuliah pemograman. Dosen sepertinya tidak terlalu menguasai lain di tanya lain di jawab lain. Ujung-ujungnya dosen membuat kelompok dan mahasiswa di suruh untuk mempersentasikan di kelas tentang konsep b. ahasa pemograman. Apa mahasiswa tidak pusing…

Begitulah realita sistem belajar pemograman bagi anak Informatika, sungguh sangat di sayangkan lulusan Informatika baik itu jurusan Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Teknik Komputer sebagian lulusannya ada yang tidak bisa menguasai satu bahasa pemograman pun. Apakah mahasiswa cuma butuh gelar…?

Salahkah mahasiswa tidak bisa menguasai satu bahasa pemograman pun, aku terlalu mandiri untuk bisa menguasainya.

5 responses to this post.

  1. jadi inget waktu SMA, guru gw bilang KBM itu sebenarnya adalah kurikulum CBSA artinya Cul Budak Sinah Anteng (cuma orang sunda yang ngerti) hahah😀

    Reply

  2. ha ha, CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)

    Reply

  3. Mungkin kuliah itu selain untuk gelar, juga untuk menjalin networking antar calon developer dan mematangkan manusia, tapi kalo soal programmingnya sih bukan dari kuliah hihi

    Reply

  4. Posted by pebrina on January 7, 2011 at 3:49 am

    wah…
    mengena bgt nih sama saya yang tk.1 jurusan Tehnik Informatika.
    Dosennya susah konek, coding-coding juga rumit.
    semua materi terus jalan, otak saya malah mampet.
    jadi musti usaha keras belajar diluar
    hahaha

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: