HTML 5 menjadi solusi para web development

Kebutuhan akan informasi di dunia maya membuat para developer website berlomba-lomba menyajikan berbagai macam layanan sehingga para pengguna akan betah berkunjung ke dalam websitenya.  Dari masa-masa ke masa teknologi website mengalami perkembangan yang begitu pesatnya dan kini bahkan memberalihkan aplikasi dektop yang selama ini kita kenal menjadi aplikasi berbasis web.

Banyak aplikasi yang selama ini hanya sebatas akses di komputer dan harus diinstal terlebih dahulu,  kini aplikasi website memberikan ruang pada kita untuk mencicipi aplikasi misanya game online, sehingga tidak perlu lagi yang namanya instalasi kita cuma butuh yang namanya koneksi internet.

Perkembangan website tersebut di atas, tidak lepas yang namanya script/tag HTML (Hypertext Markup Language).  Bagi para web development mungkin sudah familiar yang namanya HTML ini karena untuk membangun website yang dinamis para web development harus memahami konsep-konsep dasar dari HTML. Banyak orang bilang HTML itu bahasa yang mudah sederhana dan struktur dan sering pula di anggap remeh karena kemampuan HTML itu sendiri, jauh di bawah Java Script (client side) apalagi di bantingkan dengan script server side seperti PHP, ASP,  ASPX, dan bahasa lain sebagainya.

Mengabaikan pemahaman tentang membanding-bandingkan HTML dengan yang lain,  perlu di ketahui HTML merupakan dokument standar yang di akses dengan menggunakan HTTP (Hypertext Tranfer Protocol) sebagai protokol yang berfungsi mengirimkan data dari web server ke web broser pada sisi klient.

Awal pertama di perkenalkan yang namanya HTML ini sekita tahun 1991 yang hanya mencakup 22 elemen dan kemudian di lanjutkan dengan HTML +,  maka di dalam perkembangan HTML tidak di kenal yang namanya HTML1. Dan pada tahun 1995 barulah kemudian di perkenalkan yang namanya HTML 2.0.

Pada perkembangannya HTML 2.0 kemudian oleh W3C (Word Wide Web Consortium) sebuah organisasi menentukan standar internasional word Wide Web pada tahun 1997 memperkenalkan HTML 3.2 yang memiliki banyak fitur tambahan seperti table, applet, superscript, sub script dan marque.

Pada tahun 1997 akhir, baru kemudian HTML 4.0 secara resmi di umumkan dan kemudian pada tahun 1999 dilanjutkan dengan HML 4.1. Pada perkembangan sekarang mungkin sebagian orang masih merasakan yang namanya HTML 4 adalah kemampuan design web yaitu dengan menggunakan css (Cascading Style Sheets) . CSS ini memberikan kemuduhan dalam memberikan tampilan yang terbaik pada browser-browser Anda.

Pada tahun Januari 2008, HTML 5 diumkan sebagai draft, walaupun belum di rekomentasikan secara resmi, beberapa sfesifikasi HTML 5 mulai di dukung oleh berbagai macam layout dan engine.  Pada perkembangannya HTML 5 ini ada beberapa penambahan “tag” baru yang hanya dapat dimengerti oleh browser-browser baru. Tag tersebut diantaranya “section, article, footer, audio, video, progress, nav, meter, time, aside, canvas serta datagrid.

Tag-tag tersebut hanya dikenali oleh browser-browser keluaran terbaru, sebagai misal Firefox 3.5, Opera 9.6, Chrome, Safari, IE 8. Nah bagaimana dengan browser-browser lama seperti IE6, Firefox 1.5. Maaf browser-browser tersebut belum mendukung tag-tag baru di HTML 5.

Kelebihan dan kekurangan HTML 5
Beberapa kelebihan yang dijanjikan pada HTML 5:

  • Dapat ditulis dalam sintaks HTML (dengan tipe media text/html) dan XML.
  • Integrasi yang lebih baik dengan aplikasi web dan pemrosesannya.
  • Integrasi (’inline’) MathML dan SVG dengan doctype yang lebih sederhana.
  • Penulisan kode yang lebih efisien.
  • Dapat dimengerti oleh peramban lawas (backwards compatible). Sehingga istilah ‘deprecated’ tidak akan diperlukan lagi.

Yang masih diperdebatkan dalam pengembangan HTML 5:

  • Makna semantik beberapa elemen presentasioal.
  • Fitur aksesibilitasnya. Seperti atribut alt dan summary

Teknologi apa yang akan di perkenalkan HTM5

API (Aplication Programming Interface) merupakan teknologi yang akan di usung oleh HTML5, berikut ini adalah batasan-batasannya :

1. Offline Data Storage

Memungkinkan kita bisa mengakses data lama di broser dalam keadaan offline. Contoh offline data seperti kita membaca arsip e-mail pada program Outlook atau Thunderbird.

2. Drag and Drop

Drag and Drop ini kita dapat dengan memudahkan mendrag atau mendrop misalnya text, hyperlink, bahkan file di aplikasi dekstop sekalipun.

3. Geolocation

Aplikasi ini memungkinkan kita untuk untuk mengetahui lokasi geografis, sumber informasi di ambil dari GPS (Global Position System).

Masih terdapat banyak API lainya dan terus di kembangkan. Dalam implementasinya, Anda akan memerlukan pemrogramanan Java Script untuk menjembatani penggunaan API ini.

Elemen baru di HTML 5

Demi mewujudkan struktur halaman web yang lebih baik semantik dan aksesibilitasnya, dikenalkanlah beberapa elemen baru, diantaranya:

  • section serupa seperti h1-h6.
  • article bisa berupa entri blog atau tulisan konten.
  • aside menyajikan konten pelengkap.
  • header bisa menyajikan judul, deskripsi, bahkan nav untuk navigasi.
  • footer berisi catatan kaki seperti informasi hak cipta, penulis, kontak, dan sebagainya.
  • dialog yang dikombinasikan dengan dt dan dd (seperti pada halaman FAQ) dapat digunakan untuk menyajikan percakapan.
  • yang fenomenal adalah penggunaan elemen figure, video, audio, source, embed, canvas, dan elemen terkait berkas multimedia lainnya.

Atribut baru di HTML 5

Dikenalkan pula beberapa atribut baru, seperti:

  • atribut media, ping pada elemen pranala,
  • autofocus, placeholder, required, autocomplete, dan sebagainya, terkait elemen input dan form,
  • reversed pada elemen ol untuk urutan besar ke kecil.

Perubahan makna elemen
Ada beberapa elemen yang berubah makna, diantaranya:

  • Elemen b dilegalkan sebagai tipografi penegas, seperti pada kata kunci yang ingin ditonjolkan, tidak ‘deprecated’ (bukan fitur yang dianggap usang). Tidak lebih dari itu. Jadi tetap tidak bermakna semantik tertentu. Hal yang sama berlaku pula untuk elemen i.
  • Elemen strong menegaskan level kepentingan, bukan sekadar penekanan emphasis lagi.
  • Elemen hr dapat digunakan untuk memisahkan level paragraf sesuai pokok pikirannya.
  • dan lain-lain.

Elemen dan atribut yang tidak digunakan

Berikut ini beberapa elemen dan atribut yang tidak lagi muncul pada HTML 5:

  • center,
  • font,
  • strike, u, big,
  • frame, frameset, noframes,
  • acronym,
  • longdesc,
  • scope pada td,
  • dan sebagainya.

Sulit di pungkiri kehadiran HTML 5 akan menggerakkan banyak hal, browser-browser beradaptasi untuk mendukungnnya, berbagai CMS mengarahkan developementnya untuk ikut mengiplementasikan yang pada akhirnya pera pemakai internet di paksa untuk menggeser kebiasaan lama menjadi kebiasaan tren baru. Tetapi pada prinsipnya yang berubah hanyalah tool dan caranya. Semoga penjelasan mengenai HTML 5 ini merealisasikan pengetahuan Anda untuk memejukan web development ke depan. Wassalam….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: